Salah satu keuntungan utama dari investasi saham adalah pembagian dividen, yang memberikan aliran pendapatan pasif bagi pemegang saham. Dividen merupakan bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sebagai imbal hasil dari investasi mereka.
Bicara mengenai dividen, salah satu perusahaan yang dikenal memiliki kebijakan pembagian dividen yang cukup konsisten dan menarik bagi para investor adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).
Dalam beberapa tahun terakhir, BBNI telah berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang solid, yang memungkinkan mereka untuk mendistribusikan dividen dengan proporsi yang menarik.
Pembagian dividen tidak hanya mencerminkan keuntungan yang dihasilkan perusahaan, tetapi juga strategi manajemen dalam reinvestasi untuk mendukung pertumbuhan di masa depan.
Kinerja BBNI Tahun 2024
Belum lama ini tepatnya pada Rabu, 22 Januari 2025, BBNI telah mengumumkan kinerja keuangannya untuk tahun 2024. Emiten anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tersebut berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp21,46 triliiun sepanjang tahun 2024 (FY24), naik 2,7% year on year (YoY).
Sumber: Presentasi Perusahaan
Pendapatan bunga bersih BBNI terkoreksi -1,9% YoY menjadi Rp40,48 triliun pada Fy24 akibat lonjakan beban bunga sebesar 29,2% YoY. Tumbuhnya kinerja BBNI yang tergolong konservatif tersebut setidaknya didorong oleh beberapa faktor, antara lain:
- Marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) yang solid
Sumber: Presentasi Perusahaan
Dari sisi profitabilitas, NIM (bank only) BBNI pada FY24 berada di level 4,24% dan melampaui guidance FY24 manajemen yang menargetkan >4%. Manajemen menjelaskan bahwa NIM yang kuat pada 4Q24 lebih didukung oleh penyaluran kredit usaha rakyat (KUR).
- Biaya kredit (Cost of Credit/CoC) dan kualitas aset yang terjaga
Sumber: Presentasi Perusahaan
Kemudian dari sisi kualitas aset, CoC (bank only) BBNI pada 4Q24 membengkak ke level 1,5%, meski CoC tetap terjaga di level 1,1% selama FY24 dan sejalan dengan guidance FY24 manajemen yang menargetkan ±1%.
Sumber: Presentasi Perusahaan
Di sisi lain, BBNI menorehkan perbaikan kualitas aset bank only, yang tercermin dari penurunan Loan at Risk (LAR) menjadi 10,3% dan Gross Non–Performing Loan (NPL) terjaga di level 2%.
Sumber: Presentasi Perusahaan
- Pertumbuhan kredit yang solid di tengah tantangan likuiditas
Sumber: Presentasi Perusahaan
Dari fungsi intermediasinya, pertumbuhan kredit BBNI pada FY24 mencapai +11,6% YoY (vs. FY23: +7,6% YoY), sesuai dengan guidance FY24 manajemen di kisaran +10–12%. Manajemen BBNI menjelaskan bahwa menguatnya pertumbuhan kredit didorong oleh segmen korporasi (+17,6% YoY), di tengah kontraksi segmen KUR (-24,8% YoY).
Sumber: Presentasi Perusahaan
Di sisi lain, likuiditas BBNI lanjut mengetat, dengan Loan–to–Deposit Ratio (LDR) bank only naik ke level 96,1% pada FY24 (vs. FY23: 85,8%). Manajemen BBNI mengakui beratnya tantangan likuiditas seiring yield dan outstanding SRBI yang tinggi.
Manajemen menjelaskan bahwa meski terjadi pemangkasan suku bunga Bank Indonesia, likuiditas masih akan menantang. Namun, manajemen percaya bahwa likuiditas dapat terjaga seiring dengan:
- Pertumbuhan CASA melalui aplikasi Wondr;
- Revisi Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) terbaru;
- Meningkatnya insentif giro wajib minimum.
Proyeksi Dividen Tahun Buku 2024
Sumber: bisnis.com
Sementara itu, ada kabar gembira dari manajemen BBNI. Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Royke Tumilaar mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan dividend payout ratio (DPR) atau rasio pembayaran dividen untuk tahun buku 2024 ke rentang 55% hingga 60%, dari sebelumnya 50%.
Dengan capaian laba bersih Rp21,46 triliun pada FY24 atau setara dengan laba per saham (Earning per Share/EPS) Rp575,47 serta asumsi DPR untuk tahun buku 2024 di kisaran 55–60% maka potensi total DPS-nya sebesar Rp316,51 – Rp345,28.
Jika mengacu ke harga penutupan saham BBNI di level Rp4.650 per Kamis (23/1), maka indikasi dividend yield-nya sekitar 6,81% - 7,43%. Tingkat dividend yield ini cukup menarik apalagi harga saham BBNI yang masih tergolong cukup murah dengan ruang pertumbuhan kinerja di masa depan masih cukup besar.
* Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Segala tulisan dan analisis yang terdapat pada web/situs ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi.
Follow media sosial resmi BRI Danareksa Sekuritas agar tetap update dengan dunia seputar market dan ada berbagai program seru berhadiah hanya untuk Anda!