Bagi seorang investor, memahami cara menghitung average down saham bisa menjadi salah satu strategi efektif untuk menurunkan harga rata-rata pembelian ketika harga saham mengalami penurunan.
Strategi ini memungkinkan investor untuk membeli lebih banyak saham pada harga yang lebih rendah, sehingga meningkatkan potensi keuntungan saat harga saham tersebut kembali naik.
Dengan perhitungan yang cermat, investor dapat memperbesar peluang meraih keuntungan dalam jangka panjang. Namun, penting untuk diingat bahwa strategi average down harus dilakukan dengan bijak, mempertimbangkan kondisi pasar dan fundamental perusahaan.
Apa itu Average Down Saham?
Average down saham adalah strategi investasi yang dilakukan dengan membeli kembali saham yang sebelumnya sudah dimiliki saat harganya mengalami penurunan. Tujuan utama dari strategi ini adalah untuk mengurangi harga rata-rata perolehan saham yang kamu miliki.
Ketika kamu melakukan pembelian tambahan di harga yang lebih rendah, secara otomatis rata-rata harga pembelianmu akan menjadi lebih rendah. Dengan cara ini, kamu memiliki peluang lebih baik untuk meraih keuntungan ketika harga saham naik di kemudian hari.
Sebagai contoh, jika kamu membeli saham dengan harga Rp5.000 per lembar, lalu harganya turun menjadi Rp4.500, kamu bisa membelinya kembali di harga tersebut. Akibatnya, harga rata-rata pembelian saham kamu akan lebih rendah.
Ketika harga saham tersebut kembali meningkat, maka potensi keuntungan yang bisa kamu peroleh akan lebih cepat dibandingkan jika kamu hanya mengandalkan harga di pembelian awal.
Cara Menghitung Average Down Saham
Langkah pertama dalam menghitung average down saham adalah mencatat harga beli awal saham dan jumlah saham yang telah dimiliki. Setelah itu, ketika investor memutuskan untuk melakukan average down, penting untuk mencatat harga baru yang lebih rendah serta jumlah saham tambahan yang dibeli.
Rumus untuk menghitung average down saham adalah sebagai berikut:
Contoh Perhitungan Average Down Saham
Mari kita berikan contoh perhitungan average down saham untuk memberikan gambaran yang lebih jelas.
Misalkan kamu membeli 100 lembar (1 lot) saham BBRI pada harga Rp4.500 per lembar, sehingga total belanja awal Anda adalah Rp450.000. Namun setelah itu, harga saham BBRI ternyata mengalami penurunan menjadi Rp4.000 per lembar.
Melihat kondisi tersebut, kamu memutuskan untuk melakukan average down dan menambah 300 lembar (3 lot) saham BBRI pada harga Rp4.000 per lembar tadi. Berikut adalah perhitungannya:
Jadi, harga rata-rata per lembar saham BBRI yang kamu miliki setelah melakukan average down adalah Rp4.125. Dengan strategi average down saham ini, kamu bisa menurunkan harga rata-rata pembelian dan berpotensi mendapatkan keuntungan lebih besar saat harganya mulai naik kembali di kemudian hari.
Strategi Average Down dalam Investasi Saham
Setelah memahami konsep average down saham dan cara menghitungnya, berikut adalah beberapa tips penting untuk menerapkan strategi ini secara efektif:
- Lakukan Riset dengan Analisis Fundamental
Sebelum melakukan average down, penting untuk memahami fundamental perusahaan tempat kamu berinvestasi. Dengan mengenali potensi dan kinerja perusahaan, kamu dapat menentukan apakah penurunan harga bersifat sementara atau bagian dari tren penurunan yang lebih serius.
- Pilih Waktu yang Tepat
Hindari tindakan terburu-buru dan biarkan situasi berkembang. Tidak semua penurunan harga memerlukan tindakan average down, dan menunggu sinyal yang lebih jelas bisa jadi keputusan yang lebih bijak.
- Tetapkan Batas Risiko
Tentukan level harga di mana kamu akan berhenti membeli atau justru menjual jika tren penurunan berlanjut. Hal ini akan membantu mencegah over-trading dan menjaga emosi tetap terkendali, serta melindungi modal kamu dari kerugian yang lebih besar.
- Pantau Sentimen Pasar Secara Aktif
Selalu perhatikan pergerakan pasar dan berita ekonomi terkini. Keputusan untuk average down sebaiknya didasarkan pada informasi terbaru mengenai perusahaan dan kondisi pasar.
Itulah pembahasan tentang average down saham yang bisa menjadi strategi efektif bagi investor yang memahami perusahaan dan pasar saham dengan baik. Meskipun bisa membantu meratakan harga beli di portofolio, strategi ini juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan.
Sebelum memutuskan untuk average down, penting untuk melakukan analisis yang mendalam dan menyusun rencana yang matang. Dengan pemahaman yang baik tentang konsep ini, investor dapat membuat keputusan yang lebih tepat saat menghadapi fluktuasi harga saham.
Semoga informasi tentang cara menghitung average down dan tips penerapannya bermanfaat dan mudah dipahami!
Follow media sosial resmi BRI Danareksa Sekuritas agar tetap update dengan dunia seputar market dan ada berbagai program seru berhadiah hanya untuk Anda!
Mulai investasi sekarang, tinggal klik di sini, kamu siap investasi untuk lebih cepat wujudkan merdeka finansial